Jumat, 24 September 2010

Wadah Rasa yang Durjana!


Seperti tinggal di bumi bagian mana saja
Hangat yang mampir ke jari sudah jarang saia rasa
Apalagi menjelang sore hari

Saia dan pemikiran saia [lagi lagi begitu!]
Tidak bisa membuat tungku dalam hati saia
Saia biarkan saja begitu
Dingin dan masam Saia sampai malas menengoknya

Orang bilang, rasa terfermentasi pada hati
Diolah berbagai rupa
Sampai benang jadi kain
Sampai kain kau bakar

Hujan bagi sebagian orang: dingin
Bagi saia: ramai

Terserah

Kenapa saia selalu berpikir beda dari orang kebanyakan?
Apa karena wadah rasa saia tidak terbuat dari kapas?

Saia mau merasakan hujan sebagai dingin
Seperti kebanyakan orang yang menafsirkannya begitu
Tapi saia bilang: kebanyakan orang berpikir begitu.
Lalu kemana yang sedikit lagi?

Apa wadah rasa mereka juga tidak terbuat dari kapas?
Tapi dari tembaga.

Keras
Lugas
Bernas
Tidak waras
Waras
Tidak
Waras
Tidak
Waras


Tidak ada komentar:

Posting Komentar