I know you like me (and) you know I like you If you wanna play with me Gotta play with my rules
There are things to be understood I want you to know me By heart and by soul
I'm not playing too hard to get And I won?t be too easy for you Less can be more I want you to be YOU
Chorus: I don't need A DIAMOND RING I don't need A DOZEN OF ROSES I don't need your SWEET WORDS written on a paper I don't need your FANCY CAR I don't need MY NAME TATTOOED on your back I don't need the sun, the moon, the star and the world As long as I GOT YOU
I know you got the look And I know others too People may talk about you But I don?t wanna be fooled
I'm not playing too hard to get And I won?t be too easy for you Less can be more I want you to be YOU
Semua orang menyalahkan saia Atas kejadian baru baru ini yang menimpa saia Kisah asmara picisan yang sebenarnya malas untuk saia bahas
Tidak berkelas
Tapi tiap tiap orang punya sisi melankolis kan? Saia juga!
"makanya jadi orang jangan egois Et" "lo sih, gengsi banget!" "alah, kebanyakan teori lo." "pikirin aja omongan orang terus, sampe lupa lo juga punya hati." "wonderwomen juga punya rok Et!"
Sumpah saia kesal! Bukan dengan mereka Tapi dengan diri saia sendiri
Benar kata orang orang itu tentang saia
Tidak ada yang mau saia sanggah
Saia terima
Memang benar itu saia
Semua orang menyalahkan saia
Saia juga mau memberi kesempatan
Untuk saia menyalahkan diri saia sendiri
Agar tidak cuma mereka yang tau saia salah
Saia juga ingin menyadari: kalau saia memang salah,
Seperti tinggal di bumi bagian mana saja Hangat yang mampir ke jari sudah jarang saia rasa Apalagi menjelang sore hari
Saia dan pemikiran saia [lagi lagi begitu!] Tidak bisa membuat tungku dalam hati saia Saia biarkan saja begitu Dingin dan masam Saia sampai malas menengoknya
Orang bilang, rasa terfermentasi pada hati Diolah berbagai rupa Sampai benang jadi kain Sampai kain kau bakar
Hujan bagi sebagian orang: dingin Bagi saia: ramai
Terserah
Kenapa saia selalu berpikir beda dari orang kebanyakan? Apa karena wadah rasa saia tidak terbuat dari kapas?
Saia mau merasakan hujan sebagai dingin Seperti kebanyakan orang yang menafsirkannya begitu Tapi saia bilang: kebanyakan orang berpikir begitu. Lalu kemana yang sedikit lagi?
Apa wadah rasa mereka juga tidak terbuat dari kapas? Tapi dari tembaga.
Keras Lugas Bernas Tidak waras Waras Tidak Waras Tidak Waras
Hari ini sempurna sekali: Lebaran! Rumah saia penuh sesak berjubel anak, menantu, dan cucu Mbah Putri. Saia memang tinggal bersama Mbah. Sama seperti tahun tahun lalu. Tapi ada satu yang membuat lebaran tahun ini terasa lebih spesial dari tahun tahun lalu.
:: La Razsati
Anak ini lucu,, wajahnya kecinaan. Berbeda dengan anggota keluarga Mbah Putri yang lain: India atau Arab. Mungkin ikut wajah ayahnya. Ya, ayahnya masih orang Jawa, Surabaya. Tapi memang agak oriental.
Anak ini jadi anugrah tersendiri buat keluarga besar kami. Betapa tidak, Laras adalah anak pertama dari cucu Mbah Putri yang paling tua. Laras Cicit Mbah, Mbah Uyut Laras.
Terlihat Mbah memandangi Laras bersembunyi di balik punggung ibunya ketika kami: tante dan omnya menggoda dia. [Saia rasa Mbah ingin, tapi sudah tidak kuat menggendong Laras] Mungkin kalau boleh dan kalau benar, saia jabarkan Mbah sangat bersyukur masih bisa melihat cicitnya. Tidak semua orang bisa berkesempatan melihat cicit mereka seperti Mbah.
Mbah pasti sangat bersyukur, dan berterimakasih atas kesempatan yang diberikan Tuhan saat ini. Tapi saia tidak kalah bersyukur pada Tuhan [dan pada La Razsati] karena telah memberi kesempatan pada saia untuk menikmati senyum Mbah yang megah Lebaran ini.
Dalam hati saia berdoa: Mbah, temani saia Lebaran tahun depan. Doakan saia bisa mempersembahkan sesuatu yang bisa membuat senyum Mbah mengembang seindah ini lagi. Atau paling tidak, biarkan saia melihat senyum Mbah lagi saat La Razsati sudah bisa naik sepeda sendiri.
Terimakasih Tuhan, Terimakasih Mbah, Terimakasih La Razsati