Senin, 15 November 2010
Selamat Pagi Matahari
Ah, saya puas
Telah mendahuluimu bangun pagi ini
Bukan saya bangun pagi pagi sekali
Tapi memang saya tidak tidur
Takut kecolongan: takut kamu lagi yang bangun lebih dulu
Saya menemukanmu di pojok pintu
Sedang menyeka mata dengan kain batik keris
Belum sempat mengunyah siwak
Matamu masih sayu
Sembap
Seperti semalaman menyaksikan pentas teater
dan berdiskusi tentang pencahayaan panggung
yang tidak seterang tatapanmu
Saya tertawa puas
Berhasil menemukanmu di pojok pintu
Kemudian melemparkan handuk
agar kau segera mandi
Kamu malah melipat handuk itu
Dan tertawa lebih keras dari tawaku
Kamu memintaku melihat ke luar
Saya melihat sekumpulan awan hitam legam
Minum teh di halaman rumahmu
Saya memandangimu lekat lekat
Kamu malah balik memandangi saya
Sebenarnya kamu sudah bangun dari tadi
Bahkan jauh sebelum saya menemukanmu di pojok pintu
Kamu menyapu wajahmu dengan batik keris
sehabis kamu mencuci muka
Kamu tidak ingin buru buru mandi
Pagi ini kamu ingin memberi kesempatan
pada Mendung untuk menampakkan diri
Saya tidak pernah bangun lebih pagi darimu, Matahari
Tidak pernah sekalipun
Katamu: biar aku yang mengucapkan
selamat pagi untukmu lebih dulu
Minggu, 07 November 2010
Menikahi Matahari
Berbicara tentang masa muda Mbah dulu.
Mbah, menikah di umur berapa?
-18 tahun
Lalu kenapa mbah memilih Mbah Lanang sebagai pendamping?
-tidak
Lantas?
-dia yang memilih saya
[Di jaman itu, mungkin wanita hanya punya sepuluh persen saja hak untuk memilih
Dan mungkin hanya bisa digunakan untuk memilih warna kebaya]
Apa Mbah tidak punya kekasih sebelumnya?
-tidak. saya belum sempat kenal siapa siapa
Lalu Mbah sayang dengan Mbah Lanang?
-ibumu, anak kedua saya
Bagaimana Mbah bisa menikahi orang yang belum begitu mbah kenal?
-Witing tresna jalaran saka kulina
Mbah Lanang keras, kenapa Mbah betah berlama lama hidup dengan dia?
-saya ingin diumurmu yang pertama, kamu menyebut "mbah" di depan kami berdua
Witing tresna jalaran saka kulina...
Saya menerawang...
Pikiran saya sempat tertawan
Mungkin kelak saya akan menikah,
Saya hanya menikahi orang yang benar benar menyayangi saya
Perihal saya cinta atau tidak sebelumnya,,
Witing tresna jalaran saka kulina...
Mbah menikahi matahari
yang sejak subuh dia tau akan bertemu
tapi tidak pernah tau seberapa kuat sinarnya nanti
Mbah hanya mengamini
[dan kemudian belajar mengagumi]
tiap tiap inci sinarannya
Jumat, 05 November 2010
.... dan duapuluhtiga
Untuk Tuhan, Ibu, Bapak, keluarga dan teman.
Untuk duapuluhtiga tahun yang luar biasa
Kepada ibu yang duapuluhtiga tahun lalu mengerang paling keras
Dan duapuluhtiga tahun ini berdiri paling lantang
Kepada Bapak yang duapuluhtiga tahun keringatnya berubah jadi daging pada saya...
Bukan tentang perayaan
Bukan tentang tingkat kedewasaan
Ini tentang rasa syukur
Pada duapuluhtiga musim yang berwarna
Rabu, 03 November 2010
Blue Day
Monday was a blue day
Because he left me, and kept some secret
I tried to find him and followed the rainbow
I met his family and the story flowed
I didn't realize that he never tell lies
But hiding something, pain inside his heart
He stared at my eyes and he let me know everything
I was so surprised, the news wasn’t so nice
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
He’s laying in bed, I’ll never forget
He smiled and ask forgiveness without tears fell from his eyes
you're the reason i live, you're the reason i die
i tried to survive until i met u goodbye... goodbye...
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
-Endah n Rhesa
Senin, 01 November 2010
Ketika Otak Bicara Hati
Dia bisa menghitung kalau shalat berjamaah dua kali di kantor
Dia bisa mendapat 54 derajat pahala
Perasaan cuma diam dalam legam
Dia hanya bergumam
Kalau shalat berjamaah dua kali dikantor
Dia bisa mengobrol dengan Tuhan sesudahnya
Pikiran masih sibuk menghitung
Tiap tiap nilai kebaikan dari tadi
Sehabis bangun pagi
Perasaan masih tersenyum
Kebaikan yang dari tadi pagi
Masih dikulum
Pikiran menghitung lagi...
Kelak kalau dia bertemu Tuhan,
dia akan minta imbalan: pahala
Pikiran menghitung sambil berjalan
Perasaan tidak membawa secarik kertaspun
Dia hanya sibuk tersenyum
Tak sabar bertemu Tuhan
Pikiran masih sibuk menghitung
Dia salah jalan
Simpang itu dimasukinya: sedang Tuhan ada disebelah mana?
Perasaan bertemu Tuhan
Dia masih tersenyum
Sekarang dia yang sibuk
Berbincang dengan Tuhan yang sesekali juga melempar senyum
Tuhan malah memberikan hadiah jatah otak untuk hati
Karena otak tak kunjung datang...
-Tuhan, jadikan hati saya hati hati yang ikhlas dalam beribadah
dan jadikan otak saya otak yang cerdas untuk ikhlas beribadah
-PN
Minggu, 31 Oktober 2010
I'd Rather Be With You
Sitting here, on this lonely dock
Watch the rain play on the ocean top
All the things I feel I need to say
I can't explain in any other way
I need to be bold
Need to jump in the cold water
Need to grow older with a girl like you
Finally see you are naturally
The one to make it so easy
When you show me the truth
Yeah, I'd rather be with you
Say you want the same thing too
Now here's the sun, come to dry the rain
Warm my shoulders and relieve my pain
You're the one thing that I'm missing here
With you beside me I no longer fear
I need to be bold
Need to jump in the cold water
Need to grow older with a girl like you
Finally see you are naturally
The one to make it so easy
When you show me the truth
Yeah, I'd rather be with you
Say you want the same thing too
I could have saved so much time for us
Had I seen the way to get to where I am today
You waited on me for so long
So now, listen to me say:
I need to be bold
Need to jump in the cold water
Need to grow older with a girl like you
Finally see you are naturally
The one to make it so easy
When you show me the truth
Yeah, I'd rather be with you
Say you want the same thing too
Say you feel the way I do
-Joshua Radin
Senin, 25 Oktober 2010
Pelukis Senja
Sumpah! [tanpa berani bersumpah atas nama Tuhan]
Saya masih saja terpaku pada gerit garis senja
samar di ujung mata
Saya pandangi lekat tiap jingganya
Saya serampahi tiap syahdu tenangnya
Saya iri
pada senja yang memerah membentuk legam malam
Merah padam itu menggelap
Meredam semua marah jadi senyap
Hanya bisa mengumpat dalam hati
Lagi lagi menyerampahi diri sendiri
Merah yang harus menunda marahnya karena gelap
Kaupun begitu,
Meredam merah saya yang hampir keluar
tidak pernah mampu saya merahi
Keburu kau gelapi
Jadi saya dongkol sendiri!
Diskusi Cinta
Orang disebelah kanan saya membicarakan cinta
Disebelah kiri saya juga
Depan
Belakang
Seolah mereka paling mengerti tentang cinta
Persetan!
Cinta bahkan tidak ada dalam mata kuliah statistik!
Tidak masuk dalam kriteria logis
Tidak bisa dibuktikan kebenarannya
Lalu apa landasan orang mebicarakan cinta [di depan saya]
Saya [sama sekali] tidak suka
Sesuatu yang tanpa logika
Tanpa perhitungan matang
Tanpa rumus rumus ilmiah
Definisikan saja sendiri tentang cinta
Saya tidak mau dengar
Saya cuma tau saya cinta pada Tuhan
Saya cinta pada Ibu
Pekerjaan
Keluarga dan teman teman saya
Saya cinta...
Saya cinta..
Saya cinta.
Saya cinta
Saya cinta?
Saya cinta!
Ya, saya cinta!
Lalu apa yang mau saya jabarkan tentang cinta?
Barusan saya bilang cinta tidak logis
Ternyata memang benar
Cinta bukan rumus matematika [atau statistik, saya menyebutnya]
Tidak perlu serumit itu lah
Cinta itu hakikat
Dan terlalu naif jika dikaitkan dengan hitung hitungan ilmiah
Cuma bisa dirasa
Dijabarkan sendiri saja
Isi kepala kita beda beda
Hati juga
Cinta juga
Mari mencinta
*tanpa harus ngotot tau arti terdalamnya
Jumat, 22 Oktober 2010
As Long As I Got You
Ten2five - As Long As I Got You
I know you like me
(and) you know I like you
If you wanna play with me
Gotta play with my rules
There are things to be understood
I want you to know me
By heart and by soul
I'm not playing too hard to get
And I won?t be too easy for you
Less can be more
I want you to be YOU
Chorus:
I don't need A DIAMOND RING
I don't need A DOZEN OF ROSES
I don't need your SWEET WORDS written on a paper
I don't need your FANCY CAR
I don't need MY NAME TATTOOED on your back
I don't need the sun, the moon, the star and the world
As long as I GOT YOU
I know you got the look
And I know others too
People may talk about you
But I don?t wanna be fooled
I'm not playing too hard to get
And I won?t be too easy for you
Less can be more
I want you to be YOU
Chorus
powered by lirik lagu indonesia
Sabtu, 09 Oktober 2010
Saia Juga Melankolis [!]
Atas kejadian baru baru ini yang menimpa saia
Kisah asmara picisan yang sebenarnya malas untuk saia bahas
Tidak berkelas
Tapi tiap tiap orang punya sisi melankolis kan?
Saia juga!
"makanya jadi orang jangan egois Et"
"lo sih, gengsi banget!"
"alah, kebanyakan teori lo."
"pikirin aja omongan orang terus, sampe lupa lo juga punya hati."
"wonderwomen juga punya rok Et!"
Sumpah saia kesal!
Bukan dengan mereka
Tapi dengan diri saia sendiri
Benar kata orang orang itu tentang saia
Tidak ada yang mau saia sanggah
Saia terima
Memang benar itu saia
Semua orang menyalahkan saia
Saia juga mau memberi kesempatan
Untuk saia menyalahkan diri saia sendiri
Agar tidak cuma mereka yang tau saia salah
Saia juga ingin menyadari: kalau saia memang salah,
BS
Jumat, 24 September 2010
Saia Tidak Menulis Hari Ini
Lidah saia kaku
Tangan saia beku
Saia tidak menulis hari ini
Saia mau melukis
Saia lihat dari jauh
Wajahmu menyembul dari balik kabikel
Tempat kau berkutat dengan pemikiranmu sendiri
Ya! Itu wajahmu! Saia yakin itu!
Meskipun jutaan jam tidak bertemu
Saia yakin itu wajahmu
Tapi saia tidak bisa menerka
siapa yang telah menggunakan wajahmu
Dan duduk di kursimu
Saia mau melukismu
Tapi tolong kembalikan dulu ragamu
Saat lewat dekat mejamu
Saia tidak mencium wangimu
Saia hanya melihat tangan tangan
Ingin melempari saia dengan sumpah serapah
Sebegitu salah kah saia
Sampai saia tidak mampu lagi mengenalimu
Lidah saia kaku
Tangan saia beku
Saia tidak menulis hari ini
Saia juga tidak mampu melukis: kamu
Wadah Rasa yang Durjana!
Seperti tinggal di bumi bagian mana saja
Hangat yang mampir ke jari sudah jarang saia rasa
Apalagi menjelang sore hari
Saia dan pemikiran saia [lagi lagi begitu!]
Tidak bisa membuat tungku dalam hati saia
Saia biarkan saja begitu
Dingin dan masam Saia sampai malas menengoknya
Orang bilang, rasa terfermentasi pada hati
Diolah berbagai rupa
Sampai benang jadi kain
Sampai kain kau bakar
Hujan bagi sebagian orang: dingin
Bagi saia: ramai
Terserah
Kenapa saia selalu berpikir beda dari orang kebanyakan?
Apa karena wadah rasa saia tidak terbuat dari kapas?
Saia mau merasakan hujan sebagai dingin
Seperti kebanyakan orang yang menafsirkannya begitu
Tapi saia bilang: kebanyakan orang berpikir begitu.
Lalu kemana yang sedikit lagi?
Apa wadah rasa mereka juga tidak terbuat dari kapas?
Tapi dari tembaga.
Keras
Lugas
Bernas
Tidak waras
Waras
Tidak
Waras
Tidak
Waras